Selasa, 13 Disember 2011

salah paham


pade 13.12.2011 hari selase aq bermain futsal aq terpijak bola aq tejatoh terkene abg sedare aq mate aq kene besi abg sedare aq sangke aq tolak die die tumbok aq 8 das tp x pe x sakit pon cume benkak je ha9...mate aq yg kene besi pon x sakit tp luke besa klu bawak ke klinik mate aq blh kene 5 jahitan tp aq mls nk pegi... sbb klu aq pgi jahit mte aq nnt dh x cantik lebih baik aq biokan ha8... tu semua pekare biase aq dh biase ha8... pic yg atas cume mate aq yg nampak benkak n luke nye... yg kesan abg sedare aq tumbok dh x de cepat kn semboh biase lh org kuat hu3... yg penting aq x nangis ha8... pekare tu dh setell  die pon dh mintak maaf hu4.....

Sabtu, 3 September 2011


Kereta “Pakuan Ekspres” terus melaju membawa ratusan tubuh bernyawa menuju Jakarta. Pagi itu. Saya memutar mata melihat bangku kosong. Uph! Ada! Dua lagi. Saya bersyukur. Saya gerakkan tubuh segera. Tapi, jiaaaaaahhhhh… keduluan! Dua tubuh perempuan berkerudungbergerak ke arah yang sama. Lebih cepat. Terpaksa saya harus gigit jari.
Berdiri! Saya hanya bisa berpegangan pada tali yang terjulur di atas kepala. Tak apa. Tapi, wow!!! Telinga saya seolah bergerak menangkap suara-suara lirih dua perempuan berkerudung yang tadi “merebut” kursi saya. Saya bahkan tersenyum dalam hati saat menangkap percakapan mereka. Lucu dan asyik.
“Benar! Aku tak bisa melupakan dia. Setiap saat dia datang dalam mimpiku. Wajahnya, perawakannya, candanya. Semuanya. Aku tidak tahu kenapa Tuhan tidak pernah menyatukan aku dengannya. Tuhan malah menyatukan aku dengan yang lain….”
Suara perempuan berkerudung putih. Wajahnya sendu. Seperti menampakkan beban yang maha berat. Uniknya, temannya yang berkerudung biru malah terkekeh habis. Cekikikan. Tangannya menutupi mulutnya yang takut terbuka.
“Kamu kira aku bercanda?!”
Perempuan yang berkerudung putih marah. Suaranya mengeras. Ia tidak senang sepertinya saat suara hatinya ditertawakan orang lain, bahkan mungkin sahabatnya sendiri yang berkerudung biru itu. Ia seolah tak mau dirinya menjadi bahan olok-olokan dari masalah yang tengah dihadapi.
“Maaf… Maaf. Aku tidak bermaksud demikian. Benar, aku sama sekali tidak ingin mentertawakanmu. Sekali lagi aku minta maaf.”
Perempuan berkerudung biru merasa bersalah. Senyumannya yang terasa sedikit nyinyir hanyalah karena ia mungkin memang tak kuasa menahan tawa di hatinya mendengar curahan hati temannya. Lucu. Wong sudah menikah kok malah merindukan yang lain.
“Mungkin dari hatimu yang paling dalam sebenarnya kau tidak terlalu mencintai suamimu. Suamimu mungkin hanya sekadar pelarian agar pertanggungjawabanmu di hadapan Tuhan, orang tua, saudara menjadi terpenuhi?”
“Oh, tidak! Tidak! ” potong perempuan berkerudung putih.
” Aku sangat amat mencintainya. Dia seorang suami yang penuh pengertian bagiku. Ayah yang baik bagi anakku. Pria yang tulus bagi keluargaku. Dalam bayanganku dia adalah suami yang kerap kuimpikan selama ini.”
“Lalu, kenapa kamu begitu susah untuk melupakan kekasihmu yang dulu itu?”
“Itulah… Kenapa aku ingin cerita kepadamu. Karena aku butuh nasihatmu. Terus-terang aku tersiksa dengan hal ini.”
Perempuan berkerudung biru terdiam. Hatinya tercenung. Ia seperti tidak menyangka temannya yang terlihat begitu bahagia dengan suaminya itu ternyata menyimpan derita. Derita masa lalu yang tidak mampu ia kubur. Derita tentang cinta.
“Aku merasa berdosa terhadap semuanya. Aku seolah orang yang paling munafik di dunia ini. Aku telah menyimpan dua orang terkasih dalam satu hati.”
Perempuan berkerudung biru melihat rona merah di wajah temannya. Sembab. Seolah menahan diri dari tangis. Perempuan berkerudung biru itu ingin berkata banyak, tapi ia sendiri bingung apa yang mesti diungkapkannya. Sebab, ini masalah hati. Sebab, ini masalah perasaan. Sebab, ini masalah cinta.
“Hilangkan pikiran tentang kebaikannya. Munculkan keburukan-keburukannya. Moga ini dapat menghilangkan mantan kekasihmu itu dari hatimu….”
Perempuan berkerudung biru terbebas dari beban. Ia merasa senang telah memberikan jalan keluar yang -menurutnya- terbaik. Namun, ucapan selanjutnya dari perempuan berkerudung putih membuat perempuan berkerudung biru seolah tersedak.
“Itu semua sudah aku lakukan. Aku gagal…. Aku tetap tak bisa melupakannya. Ia seolah sebongkah es yang mengendap dalam hatiku.”
Diam. Senja di mata. Gambir. Kereta berhenti sesaat. Dua perempuan berkerudung itu keluar dan turun dari “Pakuan Ekspres”.
Saya tertawa ngakak dalam hati. Kok bisa ya? Ah, bisa dong! Segala kemungkinan bisa saja terjadi dalam hidup. Tapi, mendengar percakapan dua perempuan itu saya teringat kepada pernyataan seorang teman.
Kata teman saya itu, kesalahan terbesar yang sering dialami banyak perempuan dalam hidupnya adalah memutuskan hubungan cintanya pada lelaki yang sesungguhnya merupakan cinta sejatinya. Padahal, pemutusan itu kerap terjadi karena emosi sesaat. Namun, akibatnya perempuan itu gagal melupakan lelaki yang paling dicintainya itu seumur hidupnya. Wow!!!* * *

Ahad, 21 Ogos 2011

Lelaki yang baik untuk perempuan yang baik


Allah S.W.T berfirman, “Perempuan yang jahat untuk lelaki yang jahat dan lelaki yang jahat untuk perempuan yang jahat, perempuan yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk perempuan yang baik.” (an-Nur’:26)
Telah tercatat namamu untukku di Loh Mahfuz. Juga telah tercatat namaku untukmu sejak azali lagi. Hanya Allah yang tahu, tak siapa di antara kita yang tahu..
Aku untuk menulis sebuah warkah khas untukmu yang lahir dari sudut hati ini.. Hanya untukmu.. Yang Allah telah jadikan engkau dari tulang rusukku..
Maafkan aku jika warkah ini tak sehebat yang engkau harapkan.. Aku bukanlah lelakiyang sehebat Saidina Umar, bukan sekacak Nabi Yusuf, bukan seteguh cinta kasih Adam untuk Hawa..
Aku masih tertanya-tanya siapakah dirimu yang Allah telah ciptakan sebagai peneman hidupku, pelengkap hidupku, pembimbingku, sayap kiri kepadaku, pembantu keluargaku serta ibu kepada anak-anakku nanti..
Siapakah dirimu ? Yang mana satukah dirimu ? Adakah kau sudah hadir dalam hidupku ? Adakah kau belum hadir dalam hidupku ? Adakah kita pernah bersama dan sudah berpisah ? Mungkinkah kau akan hadir kembali dalam hidupku ? Hanya Allah yang tahu.. Pengetahuan Allah meliputi seluruh alam..
Pertama sekali, aku ingin memohon maaf darimu. Mungkinkah kau akan memaafkanku ? Aku sepatutnya menjaga diriku, akhlak ku, menutup pintu aib dengan sempurna, memelihara diriku, seluruh kehormatanku hanya untukmu. Di dunia yang tanpa sempadan ini, kadang kala aku tewas. Aku terpengaruh dengan maksiat di sekeliling.. Seringkali aku berfikir, masihkah kau akan menerima diriku yang penuh dengan dosa noda ini ? Aku pasti, semestinya kau mengharapkan seorang lelaki yang suci, yang hatinya belum di isi oleh mana-mana wanita, yang dirinya belum di sentuh oleh mana-mana wanita walaupun hujung jari..
Andainya aku dapat ulang semula waktu zaman remajaku dulu, pasti akan terpelihara segala milikku hanya untukmu.. Diriku.. bukan seindah segar yang kau harapkan.. Untukku persembahkan, menghadiahkan padamu sebagai lambang sucinya cintaku padamu..
Alangkah indahnya jika kau boleh menerima diriku seadanya. Alangkah indahnya jika kau mengatakan “usah dipersoalkan keterlanjuran di masa silam.. Aku sedia menerimamu seadanya sebagai isteriku.. Kerana kita hanya insan biasa.. Aku tak pernah menyesal memilihmu” Terima kasih dan segala sujud syukur pada Ilahi yang telah membuka hatimu untukku dan menerima diriku seadanya..
Sayangku.. Kasihku.. Cintaku.. Hatiku.. Rinduku.. Kata-kata indah ini sepatutnya hanya aku ucapkan padamu. Hanya kau yang berhak, yang selayaknya menerima kata-kata cintaku, ayat-ayat cinta dariku. Maafkan aku jika kau bukan yang pertama aku ucapkan kata-kata sebegini. Maafkan aku.. Sungguh, aku telah mudah mengucapkan kata-kataku pada orang lain yang pasti bukan milikku. Maafkan aku bakal isteriku.. Sepatutnya aku simpan semua kata-kata romantis itu hanya untukmu, hanya untuk dipersembahkan pada hari-hari selepas aku di ijab Kabul denganmu.. Kata-kata yang terlalu berharga, yang lahir dari hati yang ikhlas.
Maafkan aku lagi jika kau bukan yang pertama yang bertakhta di hati ini. Maafkan aku. Aku tak berniat nak membiarkan dia yang bukan untukku berada dalam hatiku. Ia datang tanpa dapat aku mengawalnya.. Maafkan aku kerana sudah tersalah memberi cinta pada orang lain, sedangkan cinta ini, hati ini hanya layak untukmu.. Hanya milikmu.. Maafkan aku.. Dalam perjalanan untuk bertemu denganmu, aku tergelincir di saat ingin mendaki ke puncak mahligai kita.. Aku di heret oleh sifat rakus wanita yang mengaburi mataku. Di mana kau pada waktu itu ? Di mana kau untuk melindungiku ? Adakah kau juga turut sama membiarkan aku lalai, leka dengan syaitan yang bertopengkan manusia ? Adakah kau saja membiarkan aku begitu dan juga merasai mempergunakan aku ? Jika tidak, Di mana kau untuk mempertahankan aku dari mereka ? Jika kau tahu, apakah tindakanmu untuk menghalang mereka dari terus mengheret aku ke lembah kemaksiatan ? Mengapa kau biarkan aku diperlakukan sebegitu, mengapa kau membiarkan seorang dari mereka menghancurkan hati ini, melukakan hati ini, mengguris hati ini, mengecewakan hati ini, mencincang hati ini tanpa belas kasihan ? Di mana kau bakal isteriku…
Aku tak mengharapkan kesempurnaan darimu. Aku tak mengharapkan paras rupa sehebat Aisyah dan seteguh Zulaikha. Aku tak mengharapkan harta bertimbun darimu, biarlah ianya semua bersederhana. Apa yang paling penting aku harapkan ialah agamamu. Itu yang paling aku harapkan. Kelak nanti, kau yang akan membantuku, anak-anakku menuju ke Jannah. Jika kau tak mendidik keluarga kita dengan ajaran agama sebaiknya, kelak musnahlah kehidupan anak-anak kita.
Indahnya bila kita dapat beribadat bersama-sama. Solat berjemaah, Solat-solat sunat, Tahajud Cinta di Sepertiga Malam, Puasa Sunat, Membaca Al-quran, Membaca Tafsir, Menghidupkan bacaan hadith dalam rumah kita. Pasti indah bila semuanya di lakukan bersama. Aku memerlukanmu, selama ini aku keseorangan mengamalkan semua itu. Kadangkala juga aku tidak mempunyai kekuatan untuk mengamalkan semua tu, aku lemah, ada yang aku tertinggal, aku tak istiqamah. Aku menzalimi diri aku sendiri. Jika kau bersamaku, pasti kau akan memberi semangat padaku, mengingatkanku, menasihatiku..
Maafkan aku semaaf-maafnya jika permintaanku ini sungguh keterlaluan. Salahkah aku mengimpikan rumahtangga yang di redhai Allah, di berkati Allah ? Salahkah aku ingin mengecapi manisnya iman bersamamu dan zuriat kita ? Aku mengimpikan sebuah keluarga yang bahagia, yang berlandaskan syariat, yang bersandarkan pada Ilahi. Aku tak sanggup melihat keluarga yang akan terbina nanti akan kucar-kacir..
“keluarga yang soleh bermula dari hubungan yang suci”
Bagaimana nak menghasilkan sebuah keluarga yang soleh jika hubungan sebelum akad pun sudah di kotori dengan dosa noda, titik-titik hitam, debu-debu kekotoran ? Ku mengharapkan hubungan yang suci denganmu sebelum akad. Jika kau sudah pasti, sudah mendapat petunjuk bahawa benar aku adalah untukmu, dekatilah aku dengan cara yang baik, dengan cara yang halal, dengan penuh hikmah. Aku tahu kau juga tahu apakah cara yang paling baik itu. Aku tak ingin hubungan ini di cemari dengan benda-benda lagha. Selagi kita belum disatukan dalam ikatan yang sah, selagi itu kita tak sepatutnya bercakap melalui telefon, ber ‘sms’ , berjumpa bertentangan mata, menjeling antara satu sama lain.
Kita hamba Allah yang tak pernah terlepas dari melakukan kesilapan. Aku juga begitu. Maka, segeralah bertaubat. Lakukanlah solat sunat taubat. Aku juga begitu, sentiasa melakukan dosa. Tak siapa tahu jika kesalahan yang pernah aku lakukan lebih besar darimu. Aku sedia menerimamu. Yang lepas biarlah lepas. Asalkan kau betul-betul menginsafi diri dan berazam tidak akan melakukannya lagi. Kerana kau pelengkap diriku, aku juga pelengkap dirimu..
Aku di sini.. Aku tahu kau memerlukanku.. Dan aku juga memerlukanmu.. Aku masih menunggumu.. Sabar menanti.. Kita sama-sama memerlukan antara satu sama lain..
Itulah janji Allah S.W.T buat semua manusia seperti mana ayat diatas tadi. Seandainya kita menginginkan isteri atau suami yang baik, kita haruslah terlebih dahulu menjadi seorang yang baik. Tak mungkin seorang yang baik akan mendapatkan wanita yang tidak baik atau sebaliknya. Seandainya anda masih meragui kalimah ilahi, kalimah siapakah lagi yang tinggal untuk anda ikuti?
**Dari hati yang tulus ikhlas.. hanya untukmu.. Bakal isteriku yang aku belum tahu siapakah dirimu yang sebenarnya..

Khamis, 4 Ogos 2011

APA SIH ARTINYA CINTA?

APA SIH ARTINYA CINTA ? 
Kadang kita juga bingung, untuk mengartikan arti cinta, memang cita itu kadang bikin hati kita senang kadang hati kita benci pada seseorang.

Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab, Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan, Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian, Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir. Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam. Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya. Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik. Mengapa menunggu? Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa. Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono. Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu. Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu, Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu, Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu. Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada. Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada. Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius. Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam, Kota Roma tidak dibangun dalam sehari, Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan, Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan. Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, Dan penantian kita tidaklah sia-sia. Walaupun menunggu membutuhkan banya hal - iman, keberanian, dan pengharapan -penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan. Pada akhirnya. Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting. Cheer,

Cinta itu indah tapi yang indah-indah belum tentu cinta

Sabtu, 30 Julai 2011

Arti cinta

Cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling…. (saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi, saling pengertian dll). Cinta itu sendiri sama sekali tidak dapat dipaksakan, cinta hanya dapat brjalan apabila ke-2 belah phiak melakukan “saling” tersebut… cinta tidak dapat berjalan apabila mereka mementingkan diri sendiri. Karena dalam berhubungan, pasangan kita pasti menginginkan suatu perhatian lebih dan itu hanya bisa di dapat dari pengertian pasangannya.


Cinta adalah memberikan kasih sayang bukannya rantai. Cinta juga tidak bisa dipaksakan dan datangnya pun kadang secara tidak di sengaja. Cinta indah namun kepedihan yang ditinggalkannya kadang berlangsung lebih lama dari cinta itu sendiri. Batas cinta dan benci juga amat tipis tapi dengan cinta dunia yang kita jalani serasa lebih ringan.


Cinta itu perasaan seseorang terhadap lawan jenisnya karena ketertarikan terhadap sesuatu yang dimiliki oleh lawan jenisnya (misalnya sifat, wajah dan lain lain). Namun diperlukan pengertian dan saling memahami untuk dapat melanjutkan hubungan, haruslah saling menutupi kekurangan dan mau menerima pasangannya apa adanya, tanpa pemaksaan oleh salah satu pihak. Berbagi suka bersama dan berbagi kesedihan bersama.


Cinta itu adalah sesuatu yang murni, putih, tulus dan suci yang timbul tanpa adanya paksaan atau adanya sesuatu yang dibuat-buat, Menurut saya pribadi cinta itu dapat membuat orang itu dapat termotivasi untuk melakukan perubahan yang lebih baik daripada sebelum ia mengenal cinta itu. Cinta itu sesuatu yang suci dan janganlah kita menodai cinta yang suci itu dengan ke-egoisan kita yang hanya menginginkan enaknya buat kita dan tidak enaknya buat kamu. TIPS untuk mengawetkan cinta dibutuhkan PENGERTIAN!